Sabtu, 12 November 2011

Belajar Dasar Elektronika

Komponen Dasar Elektronika

Berdasarkan cara kerjanya, komponen elektronika diklasifikasikan menjadi dua bagian yaitu komponen pasif dan komponen aktif. Komponen pasif adalah komponen elektronika yang dapat beroperasi tanpa memerlukan arus dan tegangan listrik, sedangkan komponen aktif adalah komponen elektronika yang memerlukan arus atau tegangan untuk dapat beroperasi. Dari kedua jenis komponen tersebut, berdasarkan fungsinya komponen elektronika dapat dibagi  menjadi tranducer, sensor, dan actuator.

Komponen Pasif:
  1. Resistor (tahanan)
    • Resistor tetap yang memiliki nilai tahanan (resistansi) tetap.
    • Resistor Variable  yang memiliki nilai tahanan bervariasi.
  2. Kapasitor (Condensator)
    • Kapasitor tetap yang memiliki nilai kapasitansi tetap.
    • Kapasitor Variable (Varco) yang memiliki nilai kapasitansi bervariasi.
  3. Inductor (kumparan)
  4. Trafo (Transformator)
  5. Relay
  6. Saklar (switch)
Komponen Aktif:
  1. Dioda
    • Dioda Bridge
    • Photo Dioda
    • Dioda Zener
    • Dioda Pemancar Cahaya (LED)
    • Dioda Scottky
  2. Transistor
    • Transistor Efek Medan
    • Transistor Bipolar
    • Transistor IGBT
    • Transistor Darlington
    • Photo Transistor
  3. IC (Integrated Circuit)
    • IC Analog
    • IC Digital


Sensor:
  1. LDR (Light Dependent Resistance)
  2. Solarcell
  3. NTC (Negative Temperature Coeffisient)
  4. PTC (Positive Temperature Corfficient)
  5. Ultasonic.
  6. Bimetal
Tranducer:
  1. LDR (Light Dependent Resistance) : Resistansi berubah karena pengaruh perubahan intensitas cahaya
  2. Solarcell : Tegangan dihasilkan karena cahaya.
  3. NTC (Negative Temperature Coeffisient) : Resistansi mengecil jika temperature meninggi.
  4. PTC (Positive Temperature Corfficient) : Resistansi membesar jika temperature mengecil.
  5. Microfon (Mic) : Tegangan berubah karena pengarus perubahan suara.
Actuator:
  1. Speaker
  2. LED
  3. Lampu
Setiap komponen elektronika mempunyai sifat dan karakteristik masing-masing sehingga jika disusun dalam suatu sistem yang benar dapat menghasilkan sebuah perangkat elektronik yang bermanfaat. Komponen-komponen tersebut ditulis dengan simbol internasional untuk membantu pemahaman saat menelusuri cara kerja sistem atau pada saat perancangan sebuah rangkaian elektronika melalui skema elektronika dalam bentuk gambar.





Kode Singkatan Komponen Listrik dan Elektronik


Simbol listrik dan elektronik adalah piktogram yang digunakan untuk mewakili komponen listrik dan komponen elektronik seperti kabel, baterai, resistor, dan transistor dalam skema rangkaian listrik atau rangkain elektronik.

Setiap negara, standar simbol-simbol ini dapat berbeda dan bervariasi, demikian juga dengan notasi (kode) singkatan untuk menjelaskan sebuah komponen seperti: Transistor (Q, Tr, atau T), Relay (Re, Ry, atau K), Integrated Circuit (IC atau U).

Apabila dalam sebuah sistem rangkaian listrik atau rangkaian elektronik terdapat lebih dari satu komponen yang sama maka dibelakang notasi singkatan tersebut ditambah angka misalnya U1, U2, U3, R1, R2, R2, C1, C2, C3, dan seterusnya.

Kode singkatan (Disignation) komponen listrik dan elektronik
SINGKATAN
(Designator)
KOMPONEN
AT
Attenuator
BR
Bridge Rectifier
BT
Battery
C
CN
Capacitor Network
D
Semua Dioda termasuk Dioda Zener dan LED
DL
DelayLine
DS
Display
F
Fuse, Sikring
FB or FEB
Ferrite Bead
FD
Fiducial
J
Jack Connector (female)
JP
Link (Jumper)
K
Relay
L
LS
Loudspeaker atau Buzzer
M
Motor
MK
Microphone, Mic
MP
Mechanical Part seperti skrup
P
Plug Connector (male)
PS
Power Supply (Sumber Tegangan)
Q
Transistor (all types)
R
RN
Resistor network
RT
Thermistor
RV
Varistor
S
Switch (all types, including push-buttons)
T
TC
Thermocouple
TUN
Tuner
TP
Test point
U
Integrated circuit
V
Vacuum Tube
VR
Variable Resistor (potentiometer or rheostat)
X
Transducer not matching any other category
Y
Crystal or oscillator
Z
Zener Diode

Kode singkatan (abbreviations) komponen listrik dan elektronik 
yang sering digunakan di industri
SINGKATAN
(abbreviations)
KETERANGAN
AE
Aerial, Antenna
B
Battery
BR
Bridge Rectifier
C
CRT
Cathode Ray Tube (Tabung Monitor)
D or CR
Dioda
DSP
Digital Signal Processor
F
Fuse, Sikring
FET
Field Effect Transistor
GDT
Gas Discharge Tube
IC
Integrated Circuit
J
Jumper (Connector)
JFET
Junction Gate Field-Effect Transistor
L
Inductor
LCD
Liquid Crystal Display
LDR
Light Dependent Resistor
LED
Light Emitting Diode
LS
Speaker, Loud Speaker
M
Motor
MCB
Magnetic Circuit Breaker
Mic
Microphone
MOSFET
Metal Oxide Semiconductor Field Effect Transistor
Ne
Lampu Neon
OP
Operational Amplifier
PCB
Printed Circuit Board
PU
Pickup
Q
Transistor
R
Resistor
RLA
Relay
SCR
Silicon Controlled Rectifier
SW
Switch, Saklar
T
Transformer, Transformatoe, Trafo
TFT
Thin Film Transistor (display)
TH
Thermistor
TP
Test Point
Tr
Transistor
U
Integrated Circuit (IC)
V
Valve (tube)
VC
Variable Capacitor
VFD
Vacuum Fluorescent Display
VLSI
Very Large Scale Integration
VR
Variable Resistor
X
Crystal, Ceramic Resonator
XMER
Transformer
XTAL
Crystal
Z or ZD
Zener diode


Tidak ada komentar:

Posting Komentar